posting by cathy
Kalo di pikir-pikir, lama banget ga menorehkan imaginasiku dalam tulisan fiksi. Setelah memulai kehidupan yang serius ku pikir hal seperti itu terlalu remeh dan mengkhianati intelektul, uppsss, tapi salah besar. Dengan menulis separuh unek-unek yang membebabi otak mu akan hilang. Skill menulis fiksi akan terasah. sebenarnya walaupun vakum tanpa menulis cerita imajinatif masih tetep antusias lahap cerita tennlit or chliklit. Propaganda tentang gambaran wanita yang serba independen bener-bener jadi inspirasi. Sesaat bisa sangat percaya diri kalo wanita bisa sangat bahagia karena kempuannya sendiri dan tanpa laki-laki. Dalam novel chick or tenn liit penulis ingin menciptakan genre baru soal gaya hidup. Gambaran wanita mandiri di tengah-tengah kota metropolis bikin ngiri dan berharap sewaktu-waktu aku jadi tokoh dalam dongeng. Setiap tokoh di gambarkan seperti woderwomen atau cat women (mioooo) yang tak terkalahkan dan pantang menyerah. BraVo................
Jadi perawan tua bukan dosa dan bukan aib juga bukan kesalahan. Untuk beberapa orang mungkin jalan membujang adalah pilihan tepat dan yang terbaik. Komitmen pernikahan adalah penjara yang akan mengkerangkeng dirinya dalam norma dan nilai dalam keluarga atau masyarakat. Wanita tipe ini akan merasa sempurna jika keindependennya hanya untuk dirinya dan dinikmati oleh dirinya sendiri. Perhatian yang berlebihan dari seorang pria akan menjatuhkan harga dirinya sebagai wanita yang independen (fuiih..). Siapa bilang wanita butuh proteksi dari kaum pria ?.
Walaupun bayangan wanita independen di tengah kota metropilis terkadang meracuni pikiran sebagian orang, tapi aku akan memilih jalan lain. Aku ingin menjadi wanita yang kuat tetapi tidak mau menutup-nutupi fitra sebagai wanita yang tak sempurna di hadapan Tuhan. Untuk menyempurnakan hidup ku, kehadiran seorang figure yang bisa ku jadikan imam akan selalu ku nantikan. Pria dan wanita yang terikat dengan komitmen suci saling mendampingi selama hidup. Aku tak mau juga menempati diriku menjadi pelayan atau dengan kata lain seorang yang melayani suami tetapi sebagai pendamping hidup. Kuharap persepsi ku tentang kata pendamping sama makna dengan dirinya yang terikat dalam komitmen suci.
Kalo di pikir-pikir, lama banget ga menorehkan imaginasiku dalam tulisan fiksi. Setelah memulai kehidupan yang serius ku pikir hal seperti itu terlalu remeh dan mengkhianati intelektul, uppsss, tapi salah besar. Dengan menulis separuh unek-unek yang membebabi otak mu akan hilang. Skill menulis fiksi akan terasah. sebenarnya walaupun vakum tanpa menulis cerita imajinatif masih tetep antusias lahap cerita tennlit or chliklit. Propaganda tentang gambaran wanita yang serba independen bener-bener jadi inspirasi. Sesaat bisa sangat percaya diri kalo wanita bisa sangat bahagia karena kempuannya sendiri dan tanpa laki-laki. Dalam novel chick or tenn liit penulis ingin menciptakan genre baru soal gaya hidup. Gambaran wanita mandiri di tengah-tengah kota metropolis bikin ngiri dan berharap sewaktu-waktu aku jadi tokoh dalam dongeng. Setiap tokoh di gambarkan seperti woderwomen atau cat women (mioooo) yang tak terkalahkan dan pantang menyerah. BraVo................
Jadi perawan tua bukan dosa dan bukan aib juga bukan kesalahan. Untuk beberapa orang mungkin jalan membujang adalah pilihan tepat dan yang terbaik. Komitmen pernikahan adalah penjara yang akan mengkerangkeng dirinya dalam norma dan nilai dalam keluarga atau masyarakat. Wanita tipe ini akan merasa sempurna jika keindependennya hanya untuk dirinya dan dinikmati oleh dirinya sendiri. Perhatian yang berlebihan dari seorang pria akan menjatuhkan harga dirinya sebagai wanita yang independen (fuiih..). Siapa bilang wanita butuh proteksi dari kaum pria ?.
Walaupun bayangan wanita independen di tengah kota metropilis terkadang meracuni pikiran sebagian orang, tapi aku akan memilih jalan lain. Aku ingin menjadi wanita yang kuat tetapi tidak mau menutup-nutupi fitra sebagai wanita yang tak sempurna di hadapan Tuhan. Untuk menyempurnakan hidup ku, kehadiran seorang figure yang bisa ku jadikan imam akan selalu ku nantikan. Pria dan wanita yang terikat dengan komitmen suci saling mendampingi selama hidup. Aku tak mau juga menempati diriku menjadi pelayan atau dengan kata lain seorang yang melayani suami tetapi sebagai pendamping hidup. Kuharap persepsi ku tentang kata pendamping sama makna dengan dirinya yang terikat dalam komitmen suci.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar