Kamis, 30 Agustus 2007

kesamaan

posting by cathy

bento where r u now…..?

Sekarang aku bisa merasakan apa yang dulu kau rasakan. Dulu kuanggap perasaan itu tidak bisa kumengerti karena amatlah berbanding terbalik dengan yang kurasakan padamu. Sebelumnya ketika aku merindukanmu aku merasa hal tersebut mempunyai rasa yang bermakna, biasanya aku akan langsung menghubungimu dan bercerita dengan hal-hal yang kualami dalam sehari. Aku lupa suara khas mu untuk saat ini, sangat disayangkan bukan.? Ketika bercakap-cakap aku mencoba untuk mendeskripsikan gestur dan tata letak ruangan rumahmu. Aku terkadang membayangkan bento yang memegang seluler sembari makan atau ketika kau menerima teleponku ketika kau mengerjakan sesuatu di depan layar komputer.
Kau tahu apa yang kualami sekarang?. Ketika aku merasa rindu jantungku berdetak cepat, pikiranmu tak bisa terfokus, tak ada energi. Rasa rindu yang memuncak membuat suasana hatiku semakin tak menentu, terkadang aneh, rasanya “sakit”. Uhkkkkkk………sayang, aku tak bisa memandang gambaran diri mu.
Ingin aku membuat lompatan waktu ke massa sebelumnya atau kemasa yang akan datang. Hanya bagian itu yang bisa menetralisir hasrat untuk menemuimu. Dapatkah aku menemuimu sekarang. Tentu jawabannya tidak bisa. Ada hambatan jarak dan keadaan yang menghalangi di saat ini.
Di kamarku hanya ada artefak-artefak yang mempunyai makna simbolis yang bisa menceritakan banyak kenangan. Masih ingat si gurita?. Sampai saat ini sepertinya tokoh gurita belum bermetamorfosis, setiap kucermati, warnanya masih orange dan badannya tidak pernah bertambah besar seinci pun. Walaupun begitu dia punya makna tersendiri. Laki-laki yang singgah di kehidupanku memberikan sang gurita dan mengatakan apabila dia menyukaiku.
Atau pin dengan gambar wajah yang diambil dari angle menyamping. Aku ingat pin itu kudapatkan ketika untuk pertama kalinya aku bertemu dengamu dalam suasana informal. Waktu itu aku merasa kalau kau sangat lucu, sangaaaat lucu dan imut. Setiap ekpresi yang kau buat untuk mempengaruhi ku memiliki pemaknaan yang membuatku cukup tertarik pada saat itu. Sebenarnya aku masih tak percaya dengan pertemuan itu dan mengapa aku menyetujui untuk bertemu denganmu. Itulah takdir, bukan.?mungkin saja kita tak bisa menolak dan menyangkal pertemuan itu. Karena pada momen itu ada rencana lain untuk kita berdua. Aku ingin bertanya pada mu? Kenapa meminta bertemu?. Kenapa harus aku.? Apa motivasimu. ? Aku sungguh-sungguh ingin tahu. Bukannya sebelumnya kau pernah katakan kalau tak mempunyai rasa tertarik.


Kenapa malam ini dadaku bedetak berkali-kali……………Kenapa yaaa?

Tidak ada komentar: